Laporan bacaan ke 9
Nama: Teguh Maulana
Nim: 11901216
Tugas laporan Bacaan
Buku: kultur sekolah
Pengertian Budaya Sekolah
Budaya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1991:149) didefinisikan dalam dua pandangan yaitu: pertama hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat; kedua, menggunakan pendekatan ilmu antropologi yaitu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Budaya atau kebudayaan menurut Soerjono Soekanto (1987: 154) adalah sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perikelakuan yang normatif yang mencakup pola-pola berpikir, merasakan dan bertindak. Tylor membahasakan sebagai keseluruhan yang kompleks terdiri atas ilmu pengetahuan,kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lainnya jugak kebiasaan yang diperoleh seseorang sebagai anggota sosial/masyarakat
(Dikdik Baehaqi Arif, 2009: 3). Kesimpulannya adalah bahwa budaya itu merupakan pandangan hidup(way of life) yang dapat berupa nilai-nilai, norma, kebiasaan, hasil karya,pengalaman, dan tradisi yang mengakar di suatu masyarakat danmempengaruhi sikap dan perilaku setiap orang/masyarakat tersebut.
Pandangan lain tentang budaya sekolah dikemukakan oleh Zamroni bahwa
budaya sekolah adalah merupakan suatu pola asumsi-asumsi dasar, nilai-nilai,keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan yang dipegang bersama olehseluruh warga sekolah, yang diyakini dan telah terbukti dapat dipergunakanuntuk menghadapi berbagai problem dalam beradaptasi dengan lingkunganyang baru dan melakukan integrasi internal, sehingga pola nilai dan asumsi tersebut dapat diajarkan kepada anggota dan generasi baru agar merekamemiliki pandangan yang tepat bagaimana seharusnya mereka memahami, berpikir, merasakan dan bertindak menghadapi berbagai situasi dan lingkungan yang ada (Siti Zakiyah, 2013: 9). Berdasarkan kajian tersebut, penulis mengartikan Budaya Sekolah dapat dimaknai sebagai karakteristik khas sekolah yang dapat diidentifikasi melaluinilai yang dianutnya, sikap yang dimilikinya, kebiasaan-kebiasaan yang ditampilkannya, dan tindakan yang ditunjukan oleh seluruh personil sekolah yang membentuk satu kesatuan khusus dari sistem sekolah. B. Karakteristik Budaya SekolahKehidupan selalu berubah.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan itu dapat terjadi karena pengaruh
lingkungan dan pendidikan. Pengaruh lingkungan yang kuat adalah di sekolah
karena besar waktunya di sekolah. Sekolah memegang peranan penting dan strategis dalam mengubah, memodifikasi, dan mentransformasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang berhubungan dengankebutuhan anak untuk hidup di masyarakat sesuai dengan tuntutan jamannya.
Kultur sekolah itu milik kolektif dan merupakan hasil perjalanan sejarahsekolah, produk dari interaksi berbagai kekuatan yang masuk kek sekolah.
Sekolah perlu menyadari secara serius keberadaan aneka kultur dengan sifat yang ada, sehat-tidak sehat, kuat-lemah, positif-negatif, kacau-stabil, dankonsekuensinya terhadap perbaikan sekolah. Nilai-nilai dan keyakinan tidak akan hadir dalam waktu singkat. Mengingat pentingya sistem nilai yang diinginkan untuk perbaikan sekolah, maka langkah-langkah kegitan yang jelas perlu disusun untuk membentuk kultur sekolah (Hanum, 2013: 201).Secara singkat, langkah-langkah membentuk kultur sekolah yang positifadalah
1) mengamati dan membaca kultur sekolah yang kini ada, melacak
historisnya dan masalah apa saja yang timbul oleh keberadaan kultur sekolah tersebut;
2) mengembangkan sistem assesmen kultur sekolah sejalan dengantujuan perbaikan sekolah yang diinginkan;
3) melakukan kegiatan assesmen sekolah guna mendiagnosisi permasalahan yang ada dan tindakan kultural yang dapat dilakukan;
4) mengembangkan visi strategis dan misi perbaikan sekolah;
5) melakukan redefinisi aneka peranan: kepemimpinan KepalaSekolah, guru, siswa, orang tua, dan aneka stekholders;
6) mewaspadai perilaku yang lama negatif, nilai-nilai yang bersifat racun, dan koalisi mereka;
7) merancang pola perkembangan kultur sekolah dan membangun praktik- praktik baru dan artifak baru dikaitkan secara sadar dengan nilai-nilai lamayang relevan dan nilai-nilai baru yang diharapkan tumbuh;
8) melakukanpemantauan dan evaluasi secara dinamika terhadap perkembangan kultur sekolah dan dampaknya (Hanum, 2013: 202).Kebehasilan pengembangan kultur sekolah dapat dilihat dari tanda-tanda atau indikator sesuai fokus yang dikembangkan. Beberapa indikator yangdapat dilihat antara lain: adanya rasa kebersamaan dan hubungan yang sinergis diantara warga sekolah, berkurangnya pelanggaran disiplin, adanya motivasi untuk berprestasi, adanya semangat dan kegairahan dalam menjalankan tugas,dan sebagainya.
C. Unsur-unsur Budaya Sekolah
Bentuk budaya sekolah secara intrinsik muncul sebagai suatu fenomena yang unik dan menarik, karena pandangan sikap, perilaku yang hidup danberkembang dalam sekolah pada dasarnya mencerminkan kepercayaan dankeyakinan yang mendalam dan khas dari warga sekolah. Unsur-unsur budaya sekolah terdiri berbagai macam hal sehingga diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Klasifikasi budaya sekolah, berdasarkan usaha peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Djemari Mardapi dalam Srinatun (2003: 28) membagi unsur- unsur budaya sekolah jika ditinjau dari usaha peningkatan kualitas pendidikan sebagai berikut :
a. Kultur sekolah yang positif
Kultur sekolah yang positif adalah kegiatan-kegiatan yangmendukung peningkatan kualitas pendidikan, misalnya kerjasama dalam mencapai prestasi, penghargaan terhadap prestasi, dan komitmen terhadap belajar.
b. Kultur sekolah yang negatif
Kultur sekolah yang negatif adalah kultur yang kontra terhadap peningkatan mutu pendidikan. Artinya resisten terhadap perubahan,misalnya dapat berupa: siswa takut salah, siswa takut bertanya, dansiswa jarang melakukan kerja sama dalam memecahkan masalah.
c. Kultur sekolah yang netral
Kultur sekolah yang netral adalah kultur yang tidak berfokus pada satu sisi namun dapat memberikan konstribusi positif tehadap perkembangan peningkatan mutu pendidikan. Hal ini bisa berupa arisan keluarga sekolah, seragam guru, seragam siswa dan lain-lain.
2. Klasifikasi budaya sekolah berdasarkan kategori Hedley Beare mendeskripsikan unsur-unsur budaya sekolah dalam dua
kategori, yakni :
a. Budaya yang dapat diamati
Berupa konseptual yaitu struktur organisasi, kurikulum, behavior(perilaku) yaitu kegiatan belajar mengajar, upacara, prosedur,peraturan dan tata tertib, material yaitu fasilitas dan perlengkapan.
b. Budaya yang tidak dapat diamati Berupa filosofi yaitu visi, misi serta nilai-nilai, yaitu kualitas,efektivitas, keadilan, pemberdayaan dan kedisiplinan. Dalam mengkaji budaya sekolah lebih difokuskan pada hal-hal yang tidak dapat diamati, khususnya nilai-nilai sebagai inti budaya. Lebih dari itu nilai merupakan landasan bagi pemahaman, sikap dan motivasi serta acuan seseorang atau kelompok dalam memilih suatu tujuan atau Tindakan.
Komentar
Posting Komentar