Laporan bacaan ke 8

 Nama: Teguh Maulana

Nim: 11901216

Tugas laporan Bacaan

Buku: Strategi belajar dan pembelajaran

Penulis: Ratna Dewi Kartika dan Fatimah


Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi antara individu dan lingkungan. Pembelajaran merupakan sebuah kata belajar yang diberikan imbuhan pe dan an, yang berarti pembelajaran adalah sebuah peningkatan pengetahuan, proses mengingat, dan proses mendapatkan sebuah fakta-fakta atau keterampilan yang dapat dikuasai serta digunakan sesuai dengan kebutuhan. Pembelajaran juga merupakan suatu proses memahami atau mengabstraksikan suatu makna, penafsiran dan pemahaman akan realitas dalam sebuah cara yang berbeda. 

Dalam pembelajaran bahasa khususnya Bahasa Indonesia, diperlukan beberapa hal yang memacu individu atau kelompok agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan sasaran atau sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan. Berbagai macam teknik, metode, dan strategi pembelajaran membutuhkan banyak pemikiran dan analisa untuk menjelaskan hal tersebut secara satu per satu. Pembelajaran bahasa yang efektif didasari dengan sebuah strategi yang tepat.

strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kedua (1989), strategi merupakan suatu ilmu dan seni yang menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan sebuah kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. 

strategi pembelajaran menjadi faktor utama dalam meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan bahasa. Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Agar strategi tersebut tidak menjauh dari sasaran yang ingin dicapai perlu pemahaman yang lebih baik dalam kegiatan pembelajaran bahasa. Strategi yang berhubungan secara langsung antara pengajar dan peserta didik sehingga menimbulkan stimulus dan respon sangat berperan penting. Komponen program pengajaran yang berpusat pada pengajar, peserta didik dan materi pengajaran juga perlu diterapkan agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Strategi yang berpusat pada peserta didik merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif sehingga pengajar hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator. 

O’Malley dan Chamot (1990) mengatakan bahwasanya strategi itu adalah seperangkat alat yang melibatkan individu secara langsung untuk mengembangkan bahasa kedua atau bahasa asing. Strategi sering dikaitkan dengan prestasi bahasa dan kecakapan dalam menggunakan bahasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Pendekatan adalah proses, perbuatan, atau cara mendekati. Pendekatan merupakan suatu sikap atau pandangan tentang sesuatu, yang biasanya berupa asumsi. Metode adalah rencana keseluruhan bagi penyajian bahan bahasa secara rapi dan tertib. Sifat sebuah metode adalah prosedural. Strategi belajar lebih mengacu pada perilaku dan proses berfikir yang digunakan serta mempengaruhi apa yang dipelajari. Strategi pembelajaran bahasa adalah tindakan melaksanakan rencana dengan menggunakan beberapa variabel seperti tujuan, bahan, metode, dan alat, serta evaluasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Huda (1990),  strategi belajar antara lain:

1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung. 

Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain sebagainya.

2.  Strategi Kognitif dan Strategi Metakognitif 

Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat diingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.

3. Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.

Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan penggolongan kata. 

Strategi semantik adalah berhubungan dengan objek nyata, situasi, dan kejadian.


Adapun Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai berikut:

a. Penekanan Komponen dalam Program Pengajaran

Komponen program pengajaran antara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan informasi kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik ceramah, teknik team teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antar disiplin. Berpusat pada peserta didik, strategi pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan seluas-luasnya 

kepada peserta didik untuk aktif dan berperan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, pengajar berperan sebagai fasilitator dan motivator. 

Teknik penyajian adalah teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik eksperimen, teknik kerja lapangan, dan teknik penyajian kusus. Berpusat pada 

materi pengajaran, materi terbagi dua yaitu materi formal dan materi informal.

b. Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi 

pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa 

bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal. Strategi pembelajaran heuristik 

adalah sebuah strategi yang menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen 

pembentuk sistem intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan menemukan fakta, prinsip, serta konsep yang mereka butuhkan.

c. Pengelohan Pesan atau Materi 

dapat dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal khusus. Contohnya ketika pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh kalimat tunggal, dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat tunggal. Sedangkan strategi pembelajaran induksi adalah pesan diolah mulai dari hal-hal yang khusus menuju kepada konsep yang bersifat umum. Contohnya ketika pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan memberikan contoh-contoh kalimat tunggal, ciri-ciri kalimat tunggal sehingga peserta didik dapat mendefinisikan sendiri tentang kalimat tunggal.

d.  Memproses Penemuan 

Dapat dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Strategi penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan.


Strategi Keterampilan Berbahasa

Sebagian besar, bahasa dipergunakan pada aktivitas manusia sehari-hari. Semakin tinggi tingkat penguasaan bahasa seseorang, semakin baik pula penggunaan bahasa dalam berkomunikasi. Penggunaan berbagai teknik dan metode yang inovatif dapat menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif. Melalui proses pembelajaran yang dinamis, diharapkan akan tercipta suatu bentuk komunikasi lisan yang terpola melalui keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. 

1. Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak

Keterampilan menyimak adalah satu bentuk keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Keterampilan menyimak pada tahapan lebih tinggi mampu menginformasikan kembali pemahamannya malalui keterampilan berbicara maupun menulis. Strategi pembelajaran menyimak sebagai berikut: 

a. pemberian informasi tertentu, dalam hal ini peserta didik mendengarkan sebuah informasi, dan melihat demonstrasi serta mencatat.

b. Interaksi, dalam hal ini peserta didik diberikan contoh lalu mencontohkan dan mengulangi secara lebih kreatif beserta tanya jawab. 

c. Secara independen, peserta didik melakukan kegiatan tertentu seperti, menyimak rekaman berupa model, melakukan indentifikasi dan klasifikasi dari suatu bentuk interaksi/percakapan yang nyata.

Evaluasi kemampuan menyimak dapat dilakukan seperti tes melalui rekaman, tes dalam bentuk tanya jawab, wawancara, menjawab isi dialog, menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan drama yang baru ditonton, dan bentuk tes lainnya.

2. individu. Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara

 Keterampilan berbicara  merupakan keterampilan memproduksi arus sistem 

bunyi artikulasi untuk menyampaikan suatu kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Keterampilan berbicara diawali dengan adanya pemahaman minimal dari pembicara dalam membentuk sebuah kalimat. Sebuah kalimat, betapa pun kecilnya, memiliki struktur dasar yang saling berkaitan satu sama lain sehingga mampu menyajikan sebuah makna. Strategi pembelajaran berbicara merujuk pada prinsip stimulus dan respons. Teknik dalam strategi pembelajaran berbicara antara lain:

a. Berbicara terpimpin meliputi frase dan kalimat, dialog, dan pembacaan puisi.

b. Berbicara semi-terpimpin meliputi reproduksi cerita, cerita berantai, menyusun kalimat dalam sebuah pembicaraan, melaporkan isi bacaan secara lisan.

c. Berbicara bebas meliputi diskusi, drama, wawancara, berpidato, dan bermain peran.

3. Strategi Pembelajaran Keterampilan Membaca 

Keterampilan membaca itu memiliki peranan penting dalam suatu pengembangan 

pengetahuan dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia. Fakta di lapangan menunjukkan bahwasanya masyarakat di negara maju ditandai oleh berkembangnya suatu kebiasaan membaca yang tinggi. Membaca merupakan suatu kegiatan untuk 

mendapatkan makna dari apa yang tertulis dalam teks. Pembelajaran membaca harus memperhatikan cara berfikir teratur dan baik. Membaca melibatkan semua proses mental yang lebih tinggi seperti ingatan, pemikiran, daya khayal, pengaturan, penerapan, dan pemecahan masalah.

Strategi pembelajaran membaca adalah dengan menggunakan teknik pemberian tugas membaca teks selama waktu tertentu, kemudian mengajukan pertanyaan. Tes kemampuan membaca antara lain menggunakan bentuk betul atau salahnya, melengkapi kalimat, pilihan ganda, serta pembuatan ringkasan atau rangkuman. Selain itu, strategi lain untuk meningkatkan keterampilan membaca yaitu dengan cara membaca karya sastra.

3. Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis

Keterampilan menulis di dasari oleh penguasaan berbagai unsur kebahasaan maupun unsur di luar bahasa yang akan menjadi isi dalam tulisan. Keduanya harus terjalin sehingga dapat menghasilkan tulisan yang runtun dan padu. Keterampilan menulis merupakan suatu usaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dilakukan secara tertulis. 

Isi tulisan yang diungkapkan dapat dipilih secara cermat dan disusun secara sistematis agar dapat dipahami dengan tepat. 

Tes keterampilan menulis adalah dengan membuat sebuah karangan, dengan kriteria penilaian sebagai berikut:

a. Kualitas dan ruang lingkup isi

b. Organisasi dan penyajian isi

c. Komposisi

d. Kohesi dan Koherensi

e. Gaya dan bentuk bahasa

f. Tata bahasa, ejaan, tanda baca

g. Kerapihan tulisan dan kebersihan

Keterampilan menulis melibatkan unsur linguistik dan ekstralinguistik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa secara tepat dan memikirkan gagasan yang akan dikemukakan.

Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa strategi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis didukung oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam keterampilan berbahasa setiap individu.

Komentar