Laporan bacaan ke 4

 Nama: Teguh Maulana

Nim: 11901216

Kelas: Pai 4D

Makul: Magang 1

TUGAS LAPORAN BACAAN

Buku: Karakteristik pendidik dan peserta didik

Penulis: Budi

Tahun terbit: 18 Juni 2018

Karakteristik Pendidik
Secara umum, pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Sementara secara khusus, pendidik dalam perspektif pendidikan Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi peserta didik baik potensi afektif, kognitif, maupun psikomotorik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Beberapa ahli pendidikan yang memberikan arti pendidik adalah :
a.         Pendidik sebagai orang yang mempertanggung jawabkan sebagai pendidik, yaitu manusia dewasa yang karena hak dan kewajibannya bertanggung jawab tentang pendidikan peserta didik.
b.        Pendidik adalah orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai kedewasaan peserta didik.
Dalam Islam tugas seorang pendidik dipandang sebagai sesuatu yang sangat mulia. Secara umum tugas pendidik adalah mendidik. Dalam operasionalnya mendidik merupakan rangakaian proses mengajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan dsb. Disamping itu pendidik juga bertugas sebagai fasilitator dan motivator dalam proses belajar mengajar, sehingga seluruh potensi peserta didik dapat teraktualisasi secara baik dan dinamis.[1] Sedangkan Tugas Pendidik secara khusus adalah:
a.         Sebagai pengajar (intruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun, dan penilaian setelah program itu dilaksanakan.
b.        Sebagai pendidik (edukator) yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian insan kamil seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia.
c.         Sebagai pemimpin (manajerial) yang memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait, menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program yang dilakukan itu.[2]
Dalam pendidikan Islam, seorang pendidik hendaknya memiliki karakteristik yang dapat membedakannya dari yang lain. Dalam hal ini karakteristik pendidik muslim dibagi kepada beberapa bentuk, diantaranya yaitu:
a.         Bersifat ikhlas: melaksanakan tugasnya sebagai pendidik semata-mata untuk mencari keridhoan Allah dan menegakkan kebenaran.
b.         Mempunyai watak dan sifat rubbaniyah yakni akhlak prilaku yang agamis.
c.         Bersifat sabar dalam mengajar.
d.        Jujur dalam menyampaikan apa yang diketahuinya.
e.         Mampu menggunakan metode mengajar yang bervariasi.
f.          Mampu mengelola kelas dan mengetahui psikis anak didik, tegas dan proposional.
Sementara dalam kriteria yang sama Al-Abrasyi memberikan batasan tentang karakteristik pendidik, diantaranya :
a.         Seorang pendidik hendaknya memiliki sifat zuhud yaitu melaksanakan tugasnya bukan semata-mata karena materi akan tetapi lebih dari itu adalah karena mencari keridhaan Allah.
b.         Seorang pendidik hendaknya bersih fisiknya dari segala macam kotoran dan bersih jiwanya dari segala macam sifat tercela.
c.         Seorang pendidik hendaknya Ikhlas, tidak riya’, pemaaf, dan mencintai peserta didik juga mengatahui karakteristik anak didiknya.[3]

2.      Karakteristik Peserta Didik
Memahami karakteristik peserta didik merupakan hal yang sangat penting guna tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran harus ada ketersambungan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Karena itu pemahaman karakteristik peserta didik adalah sesuatu yang mutlak oleh pendidik karena adanya bermacam-macamnya karakter yang membutuhkan penanganan dan langkah yang berbeda. Untuk itu beberapa hal yang perlu kita fahami :
a.    Karakteristik Individu
Individu berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan. Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan, karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan. Perbedaan makna dari pertumbuhan dan perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah perkembangan digunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Selain itu seiring usianya bertambah, kebutuhan individupun akan juga bertambah.
b.    Karakteristik Individu Sebagai Peserta Didik
Individu memiliki sifat bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar. Menurut ahli psikologi, kepribadian dibentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik yang bersifat biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan. Setiap peserta didik memiliki karakteristik, yaitu Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan memiliki ciri khusus/unik.

Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain:
1.      aspek emosional
2.       aspek sosial psikologis
3.       aspek sosial budaya
4.       kemampuan intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor   
 lingkungan.[4]
Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus, dengan kata lain tidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya. Ia mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut. Menurut ahli psikologi perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan (pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman).
Aliran Nativisme menyatakan perkembangan pribadi telah ditentukan sejak lahir, sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi. Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai dengan pembawaan dan lingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu, kepribadian setiap individu akan berbeda-beda sesuai denga sifat badan dan kondisi lingkungan hidupnya.



Komentar